Dorong Peningkatan Ekspor Tuna, Kementerian KKP Terapkan Harvest Strategy

Berita, Ekonomi116 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA — Sebagai produsen tuna terbesar di dunia, strategi pengelolaan perikanan tuna Indonesia pun menjadi perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Beberapa jenis ikan, seperti cakalang, madidihang, dan tuna mata besar, termasuk dalam kategori spesies yang beruaya (berpindah) jauh (highly migratory species) melakukan migrasi dan menempuh jarak yang jauh melintasi perairan negara-negara yang berbeda.

banner 336x280

Dirjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Agus Suherman mengungkapkan salah satu rekomendasi yang tertuang dalam strategi itu yaitu Penangkapan Ikan Terukur (PIT) berbasis kuota.

“Strategi Pemanfaatan (Harvest Strategy) merupakan langkah penting dalam proses pengembangan, pengujian dan implementasi strategi pemanfaatan ikan tuna sirip kuning, cakalang dan tuna mata besar di perairan kepulauan Indonesia,” jelasnya.

Mulai dari Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 713 yang mencakup perairan Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Bali. Lalu, WPP-RI 714 yang meliputi perairan Teluk Tolo dan Laut Banda. Serta, WPP-RI 715 yang mencakup perairan Teluk Tomini, Laut Maluku, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Teluk Berau.

Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia Sakti Wahyu Trenggono pun mengatakan hal ini dilakukan untuk membatasi penangkapan dan melakukan pemantauan ketat.

Melalui  Peluncuran Strategi Pemanfaatan Perikanan Tuna Tropis di Perairan Kepulauan Indonesia, pihaknya ingin terus menjaga populasi tuna berpindah jauh tetap lestari dan terjaga keberlanjutannya.

“Lahirnya dokumen strategi pemanfaatan ini mewujudkan kedaulatan sekaligus komitmen Indonesia dalam mengelola dan menjamin keberlanjutan ikan tuna.” jelasnya.

Dalam implementasinya, ini juga menjadi aksi prioritas dari Rencana Pengelolaan Perikanan Tuna, Cakalang dan Tongkol (RPP-TCT).

Untuk spesies tuna dan tuna neritik. Kebijakan RPP-TCT tersebut telah terlebih dahulu ditetapkan dalam Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 107/KEPMENKP/2015 sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 121/KEPMEN-KP/2021.

Poin Penting Penerapan Harvest Strategy Dalam orasi ilmiah di IPB University, Guru Besar Tetap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Budy Wiryawan menjelaskan tentang Strategi Pemanfaatan (Harvest Strategy) yang menjadi model operasional bagi para peneliti.

Harvest Strategy adalah rencana yang dipertimbangkan dan disepakati dengan hati-hati untuk melakukan monitoring dan mengkaji perikanan, serta menyesuaikan tingkat penangkapan ikan dengan menggunakan tindakan pengelolaan tertentu sesuai aturan pengendalian pemanfaatan untuk memenuhi tujuan spesifik perikanan. (RED/EBC)

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *