Saham Emiten Anjlok Karena Seruan Boikot Produk Israel

banner 468x60

JAKARTA — Seruan boikot terhadap produk-produk yang diduga pro Israel yang merebak belakangan ini telah membawa laju saham emiten di dalam negeri, seperti PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR), pengelola Starbucks Indonesia PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB) hingga PT Sarimelati Kencana Tbk. (PZZA) ke zona merah dalam sepekan terakhir.

Berdasarkan data RTI Business, saham UNVR terpantau stagnan di level Rp3.480 pada perdagangan hari ini, Rabu (15/11/2023) pukul 10.20 WIB. Pada hari sebelumnya, saham UNVR terpantau bergerak ke zona merah dengan penurunan sebesar 1,42%.

banner 336x280

Jika ditarik lebih jauh, saham UNVR sudah melemah 3,33% selama satu pekan terakhir dan merosot 8,90% dalam kurun satu bulan terakhir. Tren penurunan saham Unilever mulai terjadi sejak pada 26 Oktober lalu dan terus mengalami pelemahan hingga kini.

Sementara itu, saham MAPB mencatatkan kenaikan sebesar 2,58% menuju level Rp1.985 pada penutupan perdagangan kemarin. Pada hari ini hingga pukul 10.20 WIB, saham perseroan tercatat stagnan di level Rp1.985 per saham.

Dalam sepekan terakhir, saham pengelola jenama Starbuck, Pizza Marzano hingga Subway ini mencatatkan penurunan sebesar 0,25%. Adapun dalam 3 bulan terakhir, saham MAPB telah anjlok 9,36%.

Adapun, saham PZZA pada perdagangan sesi I pukul 10.20 WIB hari ini, juga terpantau stagnan di level harga Rp410. Dalam sebulan terakhir saham PZAA telah terkoreksi sebesar 2,84%. Adapun sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (YtD), saham perseroan telah ambles 24,07%.

Sebagaimana diketahui, terdapat produk makanan dan minuman hingga kosmetik yang diduga terafiliasi dengan Israel sehingga terkena seruan boikot di media sosial. Sebut saja jenama Danone, McDonald’s, Coca-Cola, Starbucks, Burger King, Pizza Hut, Nestle, hingga L’Oréal.

Terkait hal tersebut, Corporate Secretary PZZA Kurniadi Sulistyomo secara umum tidak memberikan tanggapan perihal seberapa besar dampak dari seruan boikot. Akan tetapi, dia menyatakan perseroan saat ini menghormati segala bentuk aspirasi yang disampaikan.

“Untuk saat ini lebih bijaksana jika kami menghormati aspirasi demokrasi yang berjalan,” ujarnya kepada Bisnis dikutip pada Selasa (14/11/2023).

Dalam pemberitaan Bisnis sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa terbaru yang mengharamkan penggunaan produk pro Israel atau pun merek terafiliasi. Larangan itu tercantum dalam Fatwa MUI No. 28/2023 tentang Hukum Dukungan terhadap Perjuangan Palestina.

MUI meminta umat Islam untuk menghindari penggunaan produk pendukung Israel. Ketua MUI Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan mendukung Israel dan menggunakan produk Israel dan pro Israel hukumnya haram.

Umat muslim diwajibkan memperjuangkan kemerdekaan Palestina atas agresi Israel. “Mendukung pihak yang diketahui mendukung agresi Israel, baik langsung maupun tidak langsung, seperti dengan membeli produk dari produsen yang secara nyata mendukung agresi Israel hukumnya haram,” kata Niam dalam keterangan resminya, dikutip Senin (13/11/2023). Dia mengimbau umat Islam untuk semaksimal mungkin menghindari transaksi dan penggunaan produk yang berafiliasi dengan Israel serta yang mendukung penjajahan dan zionisme. Menurut laporan dari kelompok pro-Palestina, terdapat ratusan produk yang diduga berafiliasi dengan Israel.

Produk-produk ini mencakup berbagai macam merek, mulai dari makanan dan minuman, hingga produk teknologi dan fashion. Adapun gerakan global boikot produk Israel secara global dikampanyekan dengan tajuk BDS (Boycott, Divestment, Sanctions).

DBS merupakan salah satu inisiatif global yang menentang pelanggaran hak-hak Palestina oleh Israel. Melansir akun media sosial X, @BDSmovement, ada beberapa produk disebut pro Israel seperti Starbucks, Pizza Hut, McDonald’s, Puma hingga HP.

Berikut daftar produk-produk yang diboikot karena diduga terafiliasi Israel: Makanan dan minuman: Danone, McDonald’s, Starbucks, Coca-Cola, Burger King, Pizza Hut, Papa John’s, Nestle, Jaffa, Eden, Strauss, Tivall, Nestle Teknologi: Motorola, Intel, IBM, AOL, META Kosmetik: L’Oréal, Revlon, Estée Lauder, Kimberly-Clark, 4.Pakaian: M&S, Timberland, River Island, Delta.

Sebagai informasi, produk-produk di atas merupakan merek dagang yang terkena seruan boikot di media sosial TikTok dan Twitter. Namun, belum dikonfirmasi lebih lanjut apakah produk-produk di atas merupakan buatan Israel dan berafiliasi dengan Israel atau tidak. (RED/EBC)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *