Kondisi Hutan Indonesia Rusak, Inilah Penyebabnya

Berita, Nasional113 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Pernahkan sahabat berpikir mengapa Indonesia sering mengalami bencana banjir, tanah longsor dan puting beliung? Kenapa kondisi musim penghujan dan kemarau tidak stabil lagi? Apa yang menyebabkan perubahan iklim? Salah satu jawaban yang sering diutarakan yaitu semua fenomena di atas termasuk dampak kerusakan hutan yang terus terjadi.

Hutan merupakan ekosistem kompleks yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang hidup di muka bumi. Bukan hanya hewan dan tumbuhan saja yang bergantung pada hutan, ratusan juta orang di seluruh dunia mengandalkan sumberdaya hutan untuk bertahan hidup.

banner 336x280

350 juta penduduk dunia bergantung pada keberadaan hutan untuk menjalani kehidupan mereka, berdasarkan data FAO dan UNEP yang tercantum dThe State of the World’s Forests 2020. Forests, biodiversity and people.

Pada saat hutan tergradasi, maka akan menyebabkan berbagai macam bencana dalam ranah lokal, nasional maupun global. Kerusakan hutan terjadi di seluruh penjuru dunia. Penyebab utama dari berbagai kerusakan hutan timbul akibat aktivitas manusia.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hampir 7,3 juta hektar hutan di seluruh dunia hilang setiap tahunnya. Data dari Global Forest Watch dengan pencitraan satelit pada tahun 2020 lalu menunjukkan hutan tropis global kehilangan 12,2 juta hektar tutupan pohon.

Dilansir dari lindungihutan.com, dampak kerusakan hutan bagi lingkungan hidup dan kehidupan di muka bumi sangat beragam dan merugikan populasi yang tinggal di kawasan hutan dan sekitarnya.

Penyebab-penyebab Utama Kerusakan Hutan

Penyebab terbesar kerusakan hutan adalah deforestasi atau penebangan hutan. Alasan utama kegiatan deforestasi hutan adalah pembukaan lahan untuk area industri, terutama industri kayu.

Faktor lainnya adalah alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan, pertanian atau pemukiman bagi warga akibat jumlah populasi penduduk yang terus meningkat dan pergeseran pemukiman ke area pedesaan.

Metode yang umum digunakan dalam kegiatan deforestasi yaitu dengan membakar hutan atau menebang pohon-pohonnya secara liar dan tanpa pandang bulu. Praktek tersebut mengakibatkan tanah menjadi tandus dan sulit menahan cadangan air, lalu menimbulkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Aspek lain yang mempengaruhi kerusakan hutan antara lain yaitu:

  1. Illegal logging, yaitu penebangan pohon pada suatu kawasan hutan yang dilakukan secara liar tanpa mempertimbangkan dampak kerusakan hutan bagi lingkungan. Penebangan pohon ilegal dapat menurunkan atau mengubah fungsi hutan tersebut. Meskipun telah ada larangan keras dari Pemerintah untuk melakukan kegiatan tidak berizin ini, tetapi mayoritas kalangan masyarakat dan pelaku industri masih melakukan aktivitas tersebut.
  2. Kebakaran hutan, kebanyakan dari peristiwa kebakaran hutan terjadi karena kesengajaan manusia. Beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab sengaja membakar hutan untuk dijadikan lahan perkebunan, pemukiman, peternakan dan lainnya.
  3. Perambaan hutan, para petani yang bercocok tanam tahunan dapat menjadi sebuah ancaman bagi kelestarian hutan. Mereka merambah kawasan hutan guna dijadikan lahan baru untuk bercocok tanam. Selain itu, pertumbuhan penduduk yang semakin pesat juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya perambaan hutan. Hal ini disebabkan kebutuhan lahan untuk kelangsungan hidup mereka juga semakin meningkat. Lalu hutan menjadi salah satu objek sasaran yang bisa mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan tinggal ataupun bertahan hidup.
  4. Serangan hama dan penyakit, jumlah populasi hama yang meledak juga bisa menjadi salah satu penyebab kerusakan hutan. Hama-hama tersebut menyerang dan menimbulkan kerusakan pada populasi pohon yang hidup di suatu area hutan.
banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *